Unordered List

위대한 것을 성취하려면 행동할 뿐 아니라 꿈을 뀌야 하며 계획할 뿐 아니라 믿어야 한다
( Untuk menyelesaikan sesuatu yang besar, tidak hanya harus dengan tindakan, tetapi juga impian. Tidak hanya suatu rencana, tetapi harus percaya)

Ketika Allah mencintaimu, Dia akan menjagamu agar tetap bersama-Nya, mengingatkanmu untuk senanti...


Ketika Allah mencintaimu, Dia akan menjagamu agar tetap bersama-Nya, mengingatkanmu untuk senantiasa mengingat-Nya setiap waktu.

Ketika Allah mencintaimu, Dia akan meminta segalanya darimu, waktu, harta bahkan jiwamu.

Buahnya ketika Allah mencintaimu, Dia akan menjadi pelita dengan apa kau melihat, menjadi energi dengan apa kau melangkah.

Dan ketika Allah mencintaimu, Dia akan memberikan solusi dari setiap masalahmu, memberikan rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.

Namun, Cinta Allah tidak mudah untuk diraih. Dekatilah Dia dengan sujud panjang di sepertiga malammu.

Rayulah Dia dengan dua rakaat Dhuhamu, Rebutlah perhatiannya dengan tilawahmu di awal hari.

Jauhilah cinta dan pandangan yang tidak halal agar Allah memilihmu menjadi hamba yang layak Dia cintai.

Raihlah cinta-Nya ,maka kau akan mendapatkan cinta dari seluruh penduduk langit dan bumi.

Raihlah cinta-Nya, maka kau akan mendapatkan segalanya.

#sabarlahdiriku

Ketika anda merasakan indahnya kebersamaan, maka bersiaplah untuk merasakan pedihnya perpisahan....


Ketika anda merasakan indahnya kebersamaan, maka bersiaplah untuk merasakan pedihnya perpisahan.

Dunia ini tak mengenal orang yang saling mencintai…
Ia tak mengenal indahnya kebersamaan…
tak mengenal pedihnya perpisahan…
tak mengenal canda tawamu..
Ia berjalan tanpa melihat itu semua…

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.
Pasti… Selama anda masih di alam yang fana ini, maka jangan berharap sesuatu yang kekal.
Buatlah indahnya kebersamaan itu langgeng dengan memperbaiki niat, yaitu semata-mata karena Allah. Karena hal itu akan membuat segalanya lebih indah dari sekedar kebersamaan yang engkau rasakan ketika bersama orang yang engkau cintai di dunia ini.

Iya, ia akan lebih indah karena engkau akan berkumpul bersama mereka yang engkau cintai karena-Nya, walau di dunia ini engkau tak pernah lagi bertemu dengannya.

Allah yang akan mengumpulkan kalian…
Allah yang akan menyatukan kalian…

Dan disitulah puncak kebahagiaan yang tak bisa dirasakan oleh seorang pun. Bagaimana tidak, mendapatkan kenikmatan saja sudah sangat menyenangkan, bagaimana jika hal itu ditambah dengan berkumpulnya dirimu dengan orang-orang yang engkau cintai, bisa bersama mereka menikmati puncak kebahagiaan tersebut.
Sungguh kenikmatan diatas kenikmatan.

Saya kagum… Pada wanita yang walaupun memahami bahwa mencari nafkah sedikitpun bukan kewajibannya...



Saya kagum…
Pada wanita yang walaupun memahami bahwa mencari nafkah sedikitpun bukan kewajibannya,

Namun dengan suka rela mereka turut terjun membantu, meringankan beban suami demi mengepulkan asap dapur…

Tapi entah mengapa saya lebih takjub, tatkala melihat seorang wanita yang memiliki peluang terbentang luas dihadapannya tuk meniti karir lebih tinggi dari para lelaki,

Namun mereka memilih bersabar, ridho, menahan ambisi dan keinginannya, berdiam dirumah suaminya menyerahkan waktu sepenuhnya tuk menjadi sebaik-baik perhiasan bagi suaminya dan madrasah utama bagi anak-anaknya…

Dan…

yang paling menakjubkan lagi adalah tatkala melihat seorang suami menggenggam erat jemari isterinya seraya berbisik lembut, :

“Duhai bidadari duniaku…
akulah penanggung jawab sepenuhnya nafkah keluarga kita...

Teguhkan dirimu dirumah tuk menjadi sebaik-baik ibu
bagi anak-anak kita, yang kelak kan mengalirkan pahala tak terbatas hingga Allah kumpulkan kita di Surga-Nya...”

Wahai wanita.... jika engkau terlambat menikah, maka ingatlah kisah Khadijah Radhiyallahu Anh...


Wahai wanita....


jika engkau terlambat menikah, maka ingatlah kisah Khadijah Radhiyallahu Anha, yang sentiasa bersabar hingga mendapat suami terbaik di muka bumi pada ketika usianya 40.

Wahai wanita,

jika engkau tidak menikah, maka ingatlah kisah Maryam, yang sentiasa gigih berjuang, hingga Allah mengangkat darjatnya di dunia dan akhirat.

Wahai wanita,

jika engkau memiliki suami yang buruk perangainya, maka ingatlah kisah Asiah isteri Firaun, yang tetap tabah memegang iman, hingga Allah janjikan kepadanya istana di syurga.

Wahai wanita,

jika engkau dimadu, tidak memiliki keturunan atau menjadi janda, maka ingatlah bahwa Aisyah Radhiyallahu Anha telah mengalami itu semua, namun Allah tetap menguatkannya, menolongnya dan memuliakannya.

Wahai wanita,

jika engkau telah diceraikan suamimu, maka ingatlah firman Allah, "Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan kurniaanNya, dan adalah Allah Maha Luas (kurniaanNya) lagi Maha Bijaksana."

Wahai wanita,

jika engkau adalah seorang ibu, maka syurga anak-anakmu berada di telapak kakimu, dan jika engkau adalah seorang anak maka engkau dapat menjadi pelindung kedua orang tuamu dari api neraka, dan jika engkau adalah seorang isteri maka engkau adalah anugerah terindah yang pernah dimiliki oleh suamimu.

Wahai wanita,

dengarlah agamamu, yang telah bercerita kepadamu dengan sebaik-baik cerita untuk bekalan hidupmu.

Wahai wanita,

Istiqamahlah didalam agamamu, agama yang telah memuliakanmu, menghargaimu dan mengangkat tinggi derajatmu..

Benarkah Allah subhanahu wata'ala tidak menghukum kita ketika kita bermaksiat?? ﻗﺎﻝ أﺣ...


Benarkah Allah subhanahu wata'ala tidak menghukum kita ketika kita bermaksiat??
ﻗﺎﻝ أﺣﺪ ﺍﻟﻄﻼﺏ ﻟﺸﻴﺨﻪ :
ﻛﻢ ﻧﻌﺼﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﻳﻌﺎﻗﺒﻨﺎ ..

Seorang santri bertanya kepada guru nya:
Berapa kali kita bermaksiat kepada Allah dan Dia tidak menghukum kita???
ﻓﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ :
Maka sang guru pun menjawab :
ﻛﻢ ﻳﻌﺎﻗﺒﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺪﺭﻱ .. ﺃﻟﻢ ﻳﺴﻠﺒﻚ ﺣﻼﻭﺓ ﻣﻨﺎﺟﺎﺗﻪ .. ﻭﻣﺎ ﺍبتلى أﺣﺪ ﺑﻤﺼﻴﺒﺔ ﺃﻋﻈﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻗﺴﻮﺓ ﻗﻠﺒﻪ ..
Berapa kali Allah subhanahu wata'ala telah menghukummu namun kamu tidak mengetahuinya?
Bukankah ketika dihilangkannya dari dirimu akan rasa ni'mat bermunajat kepada-Nya adalah merupakan sebuah hukuman?
Dan tidak ada musibah yang lebih besar menimpa seseorang lebih dari kerasnya hati...

إﻥ أﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﻤﻜﻦ أﻥ ﺗﺘﻠﻘﺎﻩ ﻫﻮ ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ إﻟﻰ أﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺨﻴﺮ ..
Sesungguhnya hukuman yang paling besar yang mungkin kamu temui adalah sedikitnya taufik kepada perbuatan baik...
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍلأﻳﺎﻡ ﺩﻭﻥ ﻗﺮﺍﺀﺓ القرآﻥ ..
Bukankah telah berlalu nya hari-harimu tanpa bacaan Al Quran? (itu adalah sebuah hukuman)
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻄﻮﺍﻝ ﻭﺃﻧﺖ ﻣﺤﺮﻭﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ..
Bukankah telah berlalu malam malam yang panjang sedangkan engkau terhalang dari shalat malam? (itu juga adalah sebuah hukuman)
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺨﻴﺮ .. ﺭﻣﻀﺎﻥ .. ﺳﺖ ﺷﻮﺍﻝ .. ﻋﺸﺮ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ .. ﺍﻟﺦ ﻭﻟﻢ ﺗﻮﻓﻖ إﻟﻰ ﺍﺳﺘﻐﻼﻟﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ .. أﻱ ﻋﻘﺎﺏ أﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ؟
Bukankah telah berlalu musim-musim kebaikan, Ramadhan, enam hari syawwal, sepuluh hari dzulhijjah, dan lainnya..., sedangkan engkau tidak mendapatkan taufik untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya... hukuman manalagi yang lebih banyak dari ini...?
أﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﺜﻘﻞ ﺍﻟﻄﺎﻋﺎﺕ ..
Tidakkah engkau merasakan beratnya ketaatan?
أﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﻀﻌﻒ أﻣﺎﻡ ﺍﻟﻬﻮﻯ ﻭﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ..
Tidakkah engkau merasa lemah dihadapan hawa nafsu dan syahwat?
أﻟﻢ ﺗﺒﺘﻠﻰ ﺑﺤﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻭﺍﻟﺠﺎﻩ ﻭﺍﻟﺸﻬﺮة ..
Bukankah engkau sedang diuji dengan cinta harta, kedudukan, dan popularitas..?
ﺃﻱ ﻋﻘﺎﺏ أﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ..
Hukuman mana yang lebih banyak dari itu?
أﻟﻢ ﺗﺴﻬﻞ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ ﻭﺍﻟﻨﻤﻴﻤﺔ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ..
Bukankah engkau merasa ringan untuk berghibah, namimah dan dusta..?
أﻟﻢ ﻳﺸﻐﻠﻚ ﺑﺎﻟﻔﻀﻮﻝ ﻭﺍﻟﺘﺪﺧﻞ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻚ ..
Bukankah engkau tersibukkan untuk campur tangan pada hal yang tidak bermanfaat untukmu..?
أﻟﻢ ﻳﻨﺴﻴﻚ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ أﻛﺒﺮ ﻫﻤﻚ ..
Bukankah dengan engkau melupakan akhirat menjadikan dunia sebagai tujuan utamamu?
ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺨﺬﻻﻥ ﻣﺎ ﻫﻮ إﻻ ﺻﻮﺭ ﻣﻦ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ..
Tipuan ini tidak lain kecuali bentuk hukuman dari Allah...
# ﺇﺣﺬﺭ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻓﺎﻥ أﻫﻮﻥ ﻋﻘﺎﺏ ﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺴﻮﺳﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺃﻭ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺃﻭ ﺍﻟﺼﺤﺔ ..
Hati-hatilah anakku, sesungguhnya hukuman Allah yang paling ringan adalah yang terletak pada materi, harta, anak, kesehatan ...
ﻭإﻥ أﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ..
Dan sesungguhnya hukuman terbesar adalah yang ada pada hati...
ﻓﺎﺳﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﺬﻧﺒﻚ ..
Maka, mintalah keselamatan kepada Allah, dan mintalah ampunan untuk dosamu...
فإﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻟﻠﻄﺎﻋﺎﺕ ﺑﺴﺒﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﺼﻴﺒﻪ
Karena sesungguhnya seorang hamba yang diharamkan taufik untuk melakukan ketaatan karena sebab dosa yang menimpanya....
Ternyata hukuman Allah yang terberat itu bukanlah hanya ketika kita kehilangan materi, harta dan jabatan, tetapi hukuman yang terberat dari Allah itu adalah ketika Allah subhanahu wata'ala telah menutup diri kita untuk dapat berbuat dan melakukan kebaikan-kebaikan.

Untuk para pejuang dakwah..  Tolong baca sampai abis, kata-katanya indah dan penuh makna. ...

Untuk para pejuang dakwah.. 
Tolong baca sampai abis, kata-katanya indah dan penuh makna.

Resign dari Dakwah: Menelisik Diri untuk Berbenah
___________________________
@dwiboediyanto. 
*Kabid. Pelatihan dan Dakwah PW IKADI Yogyakarta*

Meninggalkan dakwah itu perkara gampang. Kita tinggal sedikit demi sedikit menjauhinya saja. Tidak aktif lagi tanpa pemberitahuan. Tidak merespon saatu dihubungi. Bersikap masa bodoh terhadap aktivasi. Tidak datang saat diundang. Sembunyi ketika dimobilisasi. Intinya, bersikap cuek dan masa bodoh saja. Tenggelamkan dalam aktivitas yang memuaskan diri. Dengan cara demikian lambat laun kita akan meninggalkan (atau barangkali lebih tepat — ditinggalkan dakwah). Gampang sekali. Tapi apa manfaatnya bagi kita mengambil sikap demikian?
Benar, meninggalkan dakwah itu perkara yang mudah. Tapi saya sangat yakin, jauh lebih mudah lagi bagi Allah ta’ala untuk mencari pengganti yang jauh lebih baik daripada mereka yang memutuskan untuk ‘pensiun’ dari dakwah. Para pengganti itu akan menggerakkan dakwah jauh lebih ikhlas dan bersemangat. Ya, sangat mudah bagi Allah untuk melakukannya. Sangat mudah. Tidak ada sedikit pun kerugian bagi dakwah ketika seseorang resign darinya. Dakwah akan terus berjalan, ada atau pun tanpa kita.
Sekali lagi kita bertanya, apa manfaatnya bagi hidup kita? Dakwah memang tidak memberi tumpukan harta. Bahkan bisa jadi kitalah yang mesti menyisihkan dari yang Allah karuniakan pada kita untuk menggerakkan dakwah. Tapi di sanalah kita menemukan makna yang indah. Kita terlibat dalam dakwah bukan untuk memperoleh harta berlimpah. Kita ingin mendapatkan keridlaan Allah, sehingga dengannya hidup kita bertabur barakah.
Sekiranya kita memilih ‘masa bodoh’ dan resign dari dakwah, sungguh ada satu hal yang dikhawatirkan: dicabutnya barakah dari hidup kita. Direnggutnya rasa qanaah terhadap harta dari diri kita. Tiba-tiba saja kita berubah menjadi orang yang sangat ‘kemaruk’ dan rakus terhadap duniawi, secuil apapun ia. Lalu aktivitas dakwah ditinggalkan. Forum-forum pembinaan mulai diabaikan.
Sebagai gantinya proyek-proyek materi menjadi lebih diutamakan.
Dalam situasi demikian (kadang) seseorang masih merasa berkebajikan. Padahal, yang dilakukannya tidak lebih dari aktivitas remeh yang disesaki oleh hasrat yang besar terhadap uang. Semakin dikejar, rasa puas tak pernah akan terpenuhi. Tiba-tiba juga kebutuhan tak bisa tercukupi, padahal pendapatan lebih banyak dari sebelumnya. Jika hal demikian yang terjadi, alangkah baik, sekiranya kita berhenti sejenak. Menelisik kondisi diri.
Jangan-jangan kebarakahan itu telah dicerabut dari hidup kita. Na’udzubillahi min dzalik.
Setiap saat kita memang perlu menelisik diri. Jika ada benih-benih bergesernya orientasi, mari diluruskan kembali. Saat kelesuan mulai tumbuh, segera pupus dengan semangat beramal. Ketika kejenuhan mulai melanda, perlulah silaturahmi agar ada penyegaran dan suntikan semangat membara.
Memperturutkan kelesuan dan kemalasan beraktivitas dakwah hanya mendatangkan situasi yang semakin berat. Lambat laun seseorang berkemungkinan ‘resign’ tanpa pamitan.
Dalam situasi demikian, ia tidak menyadari bahwa ada yangi berbeda dari cara berpikir, berasa, dan juga bertindak. Mulailah ia bersikap seperti penumpang dan mulai menanggalkan mental seorang sopir (driver) yang bersemangat, pantang menyerah dan berkeluh kesah, berorientasi untuk mencari solusi, dan memilih untuk tidak menghujat serta menghakimi.
Saking mudahnya meninggalkan dakwah, alasan apapun bisa dikemukakan.
Seseorang dapat mengelabuhi murabbi atau qiyadah dakwah dengan alasan yang tampak masuk akal: bisnis, kerja, urusan keluarga, atau apapun (Qs. Al Fath:11 dan Al Ahzab: 13). Tapi sungguh, Allah yang paling tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita.
Apakah alasan-alasan itu benar adanya, ataukah muncul dari kelemahan diri dan hasrat kuat untuk menghindar dari amanah. Lagi-lagi, kita memang perlu banyak menelisik diri sendiri.
Jika hari-hari ini kita mulai tampak lesu dan tidak bergairah di jalan dakwah, forum-forum pembinaan juga terasa gampang ditinggalkan, kontribusi yang mesti diberikan juga terasa berat ditunaikan, kerinduan bertemu ikhwah tergantikan dengan hasrat kuat untuk mengejar duniawi, atau teramat nyinyir dan antipati memandang dakwah serta komunitas kebaikan lainnya, rasa-rasanya kitalah yang lebih butuh untuk menerima banyak nasihat dibandingkan orang lain.
Sungguh, tak ada manfaat yang dapat diperoleh dari meninggalkan dakwah, kecuali hidup yang tercerabut dari memperoleh barakah. Hari-hari ini ketika waktu istirahat bagi sejumlah ikhwah terasa amat singkat, kita sungguh merasa malu. Sebagian kita masih bersantai-santai, bahkan membiarkan diri dalam lalai. Ya, ada banyak di antara kita, termasuk saya, yang lebih butuh nasihat.
Semoga Allah jadikan kita generasi yang Allah kokohkan di jalan dakwah ini, terus kokoh, semakin kokoh hingga husnul khotimah. Aamiin. []

Setetes Hikmah, Menata Hati. "SAYA TAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA...". (HARTA DIB...



Setetes Hikmah, Menata Hati.
"SAYA TAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA...".
(HARTA DIBAWA MATI)

Haji Usman, sebutlah begitu nama beliau.
Mungkin orangtuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu ‘Anhu.
Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.
“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan”.
“Wah", sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”
“Lho?”...
“Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je".
“Lho?”..
“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu...
TITIP pada Masjid,
TITIP pada anak yatim,
TITIP pada fakir miskin,
TITIP pada madrasah,
TITIP pada pesantren,
TITIP pada pejuang fii sabilillah.
Alhamdulillah ada yg berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI.
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat".
“Lah...!” Siapa bilang harta tdk dibawa mati....?
Harta itu dibawa mati....!!! Caranya ? ... Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin..dll....
Subhanallah.
(Dikutip dari buku Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A Fillah, hal. 227-228)
Semoga manfaat

Malam Jum'at ya dear Muslimah salihah dimanapun berada, yuk kita hidupkan sunnah malam Jum'...

Malam Jum'at ya dear Muslimah salihah dimanapun berada, yuk kita hidupkan sunnah malam Jum'at dengan membaca surah Al-Kahfi, agar terang cahaya Allah menyinari kita diantara 2 Jum'at ini 😊😊😊
Tag teman-temanmu juga ya agar sama-sama dalam kebaikan 😊😊😊

YA ALLAH.... Ketika ku katakan: Hamba di sakiti. Engkau menjawab:.."Janganlah kamu berput...

YA ALLAH....

Ketika ku katakan: Hamba di sakiti.
Engkau menjawab:.."Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat" ..
(QS. 39:53)

Ketika ku katakan: Tak ada yg mengerti kegalauan hati hamba.
Engkau menjawab:.."Ingatlah, hanya dg mengingati Allah-lah hati menjadi tentram"...
(QS. 13:28)

Ketika ku katakan: Begitu banyak orang yang menyakiti hamba.
Engkau menjawab:.."Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka"..
(QS. 3:159)

Ketika ku katakan: Hamba sangat kesepian.
Engkau menjawab:.."Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya"..
(QS. 50:16)

Ketika ku katakan: Dosa hamba melimpah.
Engkau menjawab:.."Dan siapa lagi yg dapat mengampuni dosa selain daripada Allah"..
(QS. 3:135)

Ketika ku katakan: Jangan tinggalkan hamba.
Engkau menjawab:".. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu"..
(QS. 2:152)

Ketika ku katakan: Masalah hamba sangat banyak.
Engkau menjawab:"..Barang siapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar"..
(QS. 65:2)

Ketika ku katakan: Impian hamba banyak yang tidak menjadi nyata.
Engkau menjawab:"..Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu"..
(QS. 40:60)

YAA ALLAH....

Bagaimana mungkin hamba-mu yang hina ini...
Tidak mencintai-Mu sepenuh jiwa dan raga.

:'(