Unordered List

위대한 것을 성취하려면 행동할 뿐 아니라 꿈을 뀌야 하며 계획할 뿐 아니라 믿어야 한다
( Untuk menyelesaikan sesuatu yang besar, tidak hanya harus dengan tindakan, tetapi juga impian. Tidak hanya suatu rencana, tetapi harus percaya)

  _________________________    Idrus Ramli, Jangan “Ganggu” Aceh Kami!   Oleh: Khairil Miswar  Banda Aceh, 10 September 2015   T...

  _________________________   
Idrus Ramli, Jangan “Ganggu” Aceh Kami!  
Oleh: Khairil Miswar  Banda Aceh, 10 September 2015 

 Tulisan ini aku tujukan ke hadapan Yang Mulia Kiyai Haji Muhammad Idrus Ramli Hafizahullah. Anggap saja tulisan ini sebagai “surat cintaku” kepadamu. Bukannya aku tidak mengenal kantor Pos, bukan pula aku tak punya ongkos, tapi sengaja kutulis surat ini di sini, agar saudara-saudaraku dan juga saudara-saudaramu dapat membaca surat ini. Meskipun surat ini kutujukan kepadamu, tapi tidak ada secuil rahasia pun dalam surat ini.  Idrus Ramli yang dirahmati Allah, sebelum berpanjang kalam, izinkan aku untuk memperkenalkan diriku padamu. Bukan berarti aku begitu penting untuk engkau kenal, tapi aku hanya menjalankan firman Tuhanku, bahwa kita diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal. Sama halnya seperti dikau yang tak mengenal diriku, pada hakikatnya aku pun tidak mengenal dirimu, aku cuma tahu sedikit saja tentang dirimu. Baiklah, perkenalkan, Aku ini orang Aceh yang lahir di Aceh dan bernenek-moyang Aceh.  

Idrus Ramli yang berbahagia, kemarin (10 September 2015) orang-orang di “negeriku” telah melaksanakan satu acara yang mereka sebut sebagai “Parade Ahlussunnah Waljama’ah”. Dalam surat ini, aku tak hendak mengomentari acara tersebut, tersebab aku tahu bahwa itu adalah hak mereka sebagai warga negara. Mereka mau buat parade, karnaval, maraton, jalan santai atau apapun namanya, itu tidaklah menjadi urusanku. Cuma saja, aku “dengar-dengar”, dikau turut hadir dalam acara itu.  “Sayangku” Idrus Ramli, aku menulis surat ini singkat saja, karena aku tahu engkau tidak punya cukup waktu untuk berlama-lama membaca surat ini. Aku sangat paham akan jadwalmu yang “super sibuk”, hari ini engkau diundang ke Aceh, mungkin besok lusa engkau di undang ke Papua. Kesibukanmu dapat kumaklumi karena engkau adalah “Singa Aswaja” di Asia Tenggara, demikian khabaran yang kudengar dari kawan-kawanmu.  Begini Idrus Ramli, dalam acara “parade” itu, aku melihat beberapa spanduk yang berisikan penolakan terhadap Wahabi, PKI dan Syi’ah. Seperti aku katakan di atas, itu bukan urusanku, karena spanduk itu milik mereka dan yang menulis pun mereka. Cuma saja, aku merasa heran kepada dirimu yang turut memposting foto-foto itu di akun facebookmu. Engkau nampaknya sangat setuju dengan tulisan-tulisan itu. Secara tidak langsung, engkau telah ridha jika Wahabi disederajatkan dengan PKI dan Syi’ah. Meskipun engkau paham, bahwa Wahabi bukanlah Syi’ah, dan Syi’ah pun bukan Wahabi. Aku yakin seyakin yakinnya bahwa dikau juga paham bahwa Wahabi bukanlah PKI, dan PKI bukanlah Wahabi. 

Tapi engkau terlihat sangat berbahagia memposting foto-foto itu di facebookmu.  Idrus Ramli yang berbahagia. Soal kedatanganmu ke Aceh, pada prinsipnya tidaklah menjadi urusanku, karena engkau memakai biayamu sendiri. Aku juga paham bahwa kedatanganmu bukanlah “murni” kehendakmu, tapi hanya sekedar memenuhi undangan. Tapi, kemarin engkau pasti telah mendengar dan membaca di spanduk-spanduk bahwa Wahabi tidak layak hidup di Aceh. Dalam hal ini, aku melihat keterlibatanmu sudah terlalu jauh. Engkau telah turut campur dalam urusan rumah tangga kami (Aceh) yang semestinya bisa terselesaikan tanpa kehadiranmu.  Idrus Ramli yang dimuliakan Allah, terkait kebencianmu terhadap Wahabi, itu adalah hakmu, tiada yang mampu melarangmu untuk menebar kebencian terhadap Wahabi. Silahkan dikau membenci Wahabi, tapi lakukan itu di tanahmu sendiri (Jawa), jangan engkau “tebar kebencian” di tanah kami (Aceh). Jika pun Wahabi ingin diusir dari Aceh, maka biarlah itu menjadi urusan masyarakat Aceh, tanpa perlu engkau melibatkan diri.  

Idrus Ramli “sayangku”, saat ini kaum muslimin di Papua tengah diuji. Engkau tentu ingat beberapa waktu lalu mesjid mereka dibakar. Datanglah ke sana untuk memberi peringatan kepada pihak-pihak yang telah “mengganggu” saudara-saudara kita. Engkau juga pasti tahu, bahwa kaum muslimin di Suriah juga hidup dalam kesusahan dan terpaksa mengungsi menghidari perang akibat kekejaman si Basyar yang telah melampau batas. Datangilah mereka, bantu mereka, semangati mereka, karena mereka adalah saudara-saudara kita seiman. Dan yang terpenting, lupakanlah Aceh!  Sebelum aku mengakhiri surat ini, aku pertegas kembali bahwa surat ini aku tujukan kepada engkau seorang wahai Idrus Ramli “tersayang”, bukan untuk yang lain. Idrus Ramli “cintaku”, di akhir surat ini, aku berharap agar engkau tidak lagi “mengusik” kebersamaan kaum muslimin di tanah kami (Aceh). Biarkan Aceh kami hidup damai. Kami sudah lelah berperang. Pergilah, pergilah, dan pergilah engkau, pulang ke “negerimu”.  

http://m.kompasiana.com/khairilmiswar/idrus-ramli-jangan-ganggu-aceh-kami_55f2c9c080afbd790addc5e2

Karena memberi senyum adalah sedekah maka tdk ada salahnya berbagi : Seorang nenek mengundang Pak RT, Pak RW dan Pak Lurah, serta beber...

Karena memberi senyum adalah sedekah maka tdk ada salahnya berbagi :

Seorang nenek mengundang Pak RT, Pak RW dan Pak Lurah, serta beberapa warga untuk rapat di rumahnya.


Nenek : "Pak Lurah, Pak RW, Pak RT dan segenap peserta rapat yang saya hormati, maaf saya telah merepotkan bapak2 sekalian. Sebenarnya maksud saya adalah sekedar untuk "MENUTUP BOTOL OBAT" saya ini, dan untuk tujuan tsb saya mengundang rapat."

Warga: (setengah protes) "Nenek apa2an yaa, mau nutup botol obat aja pakai ngundang rapat segala !!!!!!"

Nenek: "Soalnya pada label botol obat ini tercantum : "BOTOL HARAP DITUTUP DENGAN RAPAT".

😂😂😂😂😂

WAHAI TUBUHKU MAAFKANLAH DIRIKU  Wahai mataku maafkan Aku   Aku tahu engkau tak ingin melihatnya   Namun aku selalu memaksamu tu...

WAHAI TUBUHKU MAAFKANLAH DIRIKU

 Wahai mataku maafkan Aku 
 Aku tahu engkau tak ingin melihatnya 
 Namun aku selalu memaksamu tuk melihatnya
  
Wahai tanganku maafkan aku 
Aku tahu engkau tidak ingin melakukannya 
Namun aku selalu memaksamu untuk melakukannya
  
Wahai kakiku maafkan aku
Aku tahu engkau tidak ingin melangkah ke arahnya 
Namun aku selalu memaksamu untuk melangkah ke arahnya 

Wahai telingaku maafkan aku
Aku tahu engkau tidak ingin mendengarnya 
Namun aku selalu memaksamu untuk mendengarkannya 

Wahai tubuhku maafkan aku
Maafkanlah diriku 
Maafkanlah diriku atas semua kesalahan kesalahan ku
Maafkanlah diriku yang telah menjerumuskanmu menuju neraka Nya

Ya Robbi, hambamu ini telah ribuan kali berbuat dosa kepdaMu 
Tak terhitung lagi dosa dosa ku
Namun aku tahu AmpunnanMu lebih banyak jutaan kali
Ya Robbi aku menyesali dosa dan kesalahan ku
Ya Robbi aku bertaubat kepada Mu

Ampunilah diriku
Maafkanlah kesalahan kesalahan ku
Terimalah taubat ku
Hapuskanlah seluruh dosa dosa ku
Hingga tiada tersisa dariku

Gantikanlah dosa dosaku dengan amal sholeh untukku
Bimbinglah diriku selalu
Untuk tetap di jalan lurus Mu

Ya Hayyu ya Qiyyum, perbaikilah seluruh urusanku
Dan janganlah Engkau serahkan aku pada diriku sendiri walaupun sekejap mata

Wahai yang membolak balikkan hati, 
Tetapkanlah hatiku diatas agama Mu

Jujur pada orang lain itu tak mudah lebih sulit lagi jujur pada diri sendiri karena menyalahkan orang lain lebih mudah daripada menyada...

Jujur pada orang lain itu tak mudah
lebih sulit lagi jujur pada diri sendiri karena menyalahkan orang lain lebih mudah daripada menyadari diri sendiri salah
Lebih sulit lagi mengoreksi diri setelah menyadari
Semuanya perlu keberanian, keikhlasan dan kejujuran

apalah kita,
tanpa ruh: membusuk,
tanpa iman: lemah,
tanpa Islam: hina

Namun selalu ingin terlihat hebat, disangka fasih, dibilang pintar senantiasa menuntut orang lain, tapi memaklumi diri sendiri
kesalahan orang lain diteliti, namun selalu membenarkan diri
padahal akan tiba masa, dimana pujian justru jadi ujian dan Allah akan bertanya atas semua lisan dan amalan akan tiba masa dimana manusia takkan bisa membela lalu mengapa kita sibuk mencari ridha manusia?

jujur pada orang lain berarti mengakui kebaikannya
jujur pada diri sendiri berarti menyadari kita bisa salah begitulah sebaik-baik anak Adam sebagaimana sabda Nabi yang menyesali dosanya, berhenti dari dosanya, dan bertekad tak mengulanginya.

Suatu hari, Jajang dan Yuli lagi jalan-jalan di sebuah mall . Yuli : Jajang chayankk,,,kamu liat nggak baju yang warnanya merah coklat...


Suatu hari, Jajang dan Yuli lagi jalan-jalan di sebuah mall .
Yuli : Jajang chayankk,,,kamu liat nggak baju yang warnanya merah coklat itu,,??
Jajang : oh,,iya aku liat,,kenapa gitu sayang,,?? Hmm,,
Yuli : Emm,,menurut kamu,,aku bagus gak sih kalo make baju itu,,??
Jajang : Ah kamu suka gituu,,kamu mah make apa aja pasti pas dan cocok,,gak mungkin jadi anehhh hihihi,,
Yuli : Ahh kamu bisa ajaa,,jangan gombal deh hehehe,,, berarti aku beli aja deh itu,, emm,, tapi aku lagi gak ada duit ,, kamu mau nggak beliin bajunya buat aku,,??
Jajang : Zzz,,,aku suka sebel deh,, kalo pacaran sama kamu ke mall tuh sama aja kayak pacaran sama TUYUL,,!
Yuli : Loh,,?? Kok sama kayak TUYUL?? Maksud kamu,,>??
Jajang : Iya,,hampir sama pacaran kayak TUYUL, soalnya duit di dompetku suka abis nggak kerasa sama sekali,,-_-
Yuli : ??@##$$%%^&^*$%^&*($%^&*()_^&*(
.
# Inilah ruginya pacaran, menafkahi orang yang belum tentu jadi istrimu. 

"Pak, mau tanya. Apa beda BPJS dengan KIS?" "Hm... begini lho. Dengar baik-baik, ya. BPJS itu kartunya dari bahan plast...


"Pak, mau tanya. Apa beda BPJS dengan KIS?"
"Hm... begini lho. Dengar baik-baik, ya. BPJS itu kartunya dari bahan plastik."
"Kalau KIS?"
"Dari bahan plastik juga."
"Sama aja dong. Lalu bedanya apa?"
"Hm... begini. BPJS itu dipake untuk berobat."
"Kalau KIS?"
"Untuk berobat juga."
"Lha, jadi bedanya apa?"
"Hm.. begini lho. BPJS itu ada yang gratis, ada yang berbayar."
"Kalo KIS?"
"Ada yang gratis, ada yang berbayar juga."
"Lha, sami mawon! APA DONG BEDANYA??!!!
"Hm.. begini lho.. BPJS itu..."
"Sudah ah! Mending saya bikin kartu tandingan saja!"

Ahmad Heriawan: Gubernur yang Sarat Prestasi Tanpa Banyak Pemberitaan Media                            Sepertinya ada ANGGAPAN ...

Ahmad Heriawan: Gubernur yang Sarat Prestasi Tanpa Banyak Pemberitaan Media




                           Sepertinya ada ANGGAPAN KELIRU pada masyarkat kita, bahwa orang terkenal (khususnya yang sering diliput media massa) adalah orang terbaik. Maka siapa yang paling sering masuk teve, majalah, atau koran, dialah yang dianggap paling baik.

Padahal faktanya, di luar sana masih banyak orang berprestasi, bahkan jauh lebih berprestasi, namun sepi pemberitaan media. Masyarakat pun tidak mengenal mereka. Dan karena mereka jarang diliput media, masyarakat pun seolah-olah tak percaya pada prestasi-prestasi yang telah diukirnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, adalah sosok pemimpin yang sarat prestasi. Entah sudah berapa puluh bahkan ratus penghargaan yang dia peroleh. Tanpa banyak liputan media, satu demi satu proyek pembangunan di Jawa Barat pun dia kerjakan dan rampungkan.


Beliau inilah contoh sosok pemimpin sejati!

Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari.  Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan...


Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. 
Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang,
tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji.Tajamnya mata gergaji, 
menyebabkan perut ular terluka. 
Tapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.
Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.
Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.
Ia pun membelit kuat gergaji itu. 
Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati.
.Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. 
Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang dilukai adalah diri kita sendiri.

Mengapa? 

Karena perkataan dan perbuatan di saat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di kemudian hari..
Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah (atau setidaknya mampu meredakan marah) terhadap situasi buruk yang mungkin kita alami.

Kelakuan Anak Muda Indonesia Saat Ini Dulu, duluuu banget,,,! Anak-anak muda Indonesia rajin mengaji. Sekarang,,,? Anak-anak muda ma...


Kelakuan Anak Muda Indonesia Saat Ini

Dulu, duluuu banget,,,! Anak-anak muda Indonesia rajin mengaji. Sekarang,,,? Anak-anak muda malah senengnya nebarin janji,,,

Jaman baheula, anak-anak muda jalan sama-sama berangkat ke masjid buat sholat. Eeeh sekarang, mereka hobi jalan sama-sama ke tempat-tempat sepi bikin maksiat,,,

Di waktu-waktu yang lalu, cewek-cewek kalo jalan sambil nunduk-nunduk malu. Sekarang kebalikannya, malah dada-dadanya dibikin maju,,,

Beberapa belas tahun lalu, anak-anak muda lebih suka di rumah biar disayang Emak. Naaah, sekarang anak-anak muda bersayang-sayangan sama pacar di balik semak,,,

.

.

# Jangan heran bila musibah hadir dimana-mana...
Buat orang tua, jagalah putra-putri anda. Karena mereka masih tanggung jawab orang tuanya..

Anak itu adalah Amanah... sudah sebaiknya kita jaga mereka.